Jumat, 29 Februari 2008

ANKYLOSING SPONDYLOSIS

ANKYLOSING SPONDYLOSIS

PENDAHULUAN
Spondylosis (spinal osteoarthritis) adalah suatu gangguan degeneratif yang dapat menyebabkan hilanganya struktur dan fungsi normal tulang belakang. Meskipun penuaan adalah penyebab utama, lokasi dan tingkat degenerasi merupakan individual. Proses degeneratif dapat mengenai daerah cervical, thoracal, dan/atau lumbal dari tulang belakang mempengaruhi diskus intervertebralis dan facet joints.

DAERAH YANG TERKENA
Diskus Intervertebralis
Ketika orang menua perubahan biokimiawi tertentu terjadi mempengaruhi jaringan diseluruh tubuh. Pada tulang belakang, struktur dari diskus intervertebralis (anulus fibrosus, lamellae, nucleus pulposus) mungkin mengkompromikannya. Anulus fibrosus tersusun atas 60 atau lebih pita yang konsentris dari serabut collagen yang dinamakan lamellae. Nucleus pulposus iadalah suatu bahan seperti gel didalam diskus intervertebralis yang dibungkus oleh anulus fibrosus. Serabut kolagen membentuk nucleus bersama dengan air, dan proteoglycans.
Efek degeneratif dari penuaan dapat melemahkan struktur dari anulus fibrosus menyebabkan 'bantalan' melebar atau robek. Isi cairan didalam nucleus menurun sesuai dengan usia mempengaruhi kemampuannya untuk melawan efek kompresi (kualitas peredam getaran). Perubahan struktural karena degenerasi dapat mengurangi ketinggian diskus dan meningkatkan resiko herniasi diskus.
Facet Joints (Zygapophyseal Joints)
Sendi facet disebut juga dengan zygapophyseal joints. Masing-masing korpus vertebrae memiliki empat sendi yang bekerja seperti engsel. Ini adalah persendian tulang belakang yang dapat menyebabkan ekstensi, fleksi, dan rotasi. Seperti sendi lainnya, permukaan sendi dari tulang memiliki lapisan yang tersusun dari kartilago. Kartilago adalah jenis jaringan konektif tertentu yang menyediakan permukaan geseran rendah gesekan yang dilubrikasi sendiri. Degenerasi Facet joint degenerasi menyebabkan hilangnya kartilago dan pembentukan osteofit. Perubahan ini dapat menyebabkan hypertrophy atau osteoarthritis, dikenal juga sebagai degenerative joint disease.

Tulang dan Ligamen
Osteofit dapat terbentuk berdekatan dengan lempeng pertumbuhan tulang, yang dapat mengurangi aliran darah ke vertebra. Lebih jauh lagi, akhir lempeng dapat kaku-kaku; suatu penebalan/pengerasan tulang dibawah lempeng pertumbuhan.
Ligamen adalah pita dari jaringan ikat yang menghubungkan struktur tulang belakang (vertebrae) dan melindungi terhadap muntahan yang tiak mau rangkai lemah (hyperekstensi). Namun demikian, perubahan degeneratif dapat menyebabkan ligamen kehilangan kekuatannya. Ligamentum flavum (yprimary spinal) dapat menebah dan memburu.

Tulang servikal
Kompleksitas anatomi ini dan pergerakannya yang luas membuat segmen bagian ini rentan terhadap gangguan yang berkaitan dengan dengan perubahan degeneratif. Nyeri leher akibat spondylosis sering terjadi. Nyeri dapat menjalar kebahu atau ke lengan kanan. Ketika suatu osteofit menyebabkan kompresi akar saraf, kelemahan tangan mungkin tidak disadari. Pada kasus yang jarang, osteofit pada dada, dapat menyebabkan kesulitan menelan (dysphagia).

Vertebrae torakalis
Nyeri yang berkaitan dengan penyakit degeneratif seringkali dipicu oleh fleksi kedepan dan hiperekstensi. Pada diskus vertebrae torakalis nyeri dapat disebabkan oleh fleksi - facet pain dengan hiperekstensi.

Vertebrae lumbalis
Spondylosis seringkai mempengaruhi vertebrae lumbalis pada orang diatas usia 40 tahun. Nyeri dan kekakuan badan diperjalanan merupakan keluhan utama. Biasanya mengenai lebih dari 1 vertebrae.
Vertebrae lumbalis menopang sebagian besar berat badan. Oleh karenanya, ketika tuntutan luar biasa integritas sosial, gejala termasuk nyeri mungkin disertai dengan jalan-jalan. Gerakan merangsang serabut rakyat nyeri pada anulus fibrosus dan facet joints. Duduk dalam waktu yang masih sedikit dan gejala lainnya karena tekanannya pada vertebrae lumbalis. Pergerakan berulang seperti mengangkat dan membungkuk (cth persalinan) dapat meningkatkan nyeri

Diagnosis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik menyeluruh mengungkapkan banyak tentang kesehatan dan keadaan umum pasien. Pemeriksaan termasuk ulasan terhadap riwayat medis dan keluarga pasien. Pemeriksaan laboratorium seperti hitung darah lengkap dan urinalisa seringkali dilakukan.
Pemeriksaan fisik antara lain:
Palpasi untuk menentukan kelainan tulang belakang, daerah yang nyeri tekan, dan spasme otot.
Range of Motion, mengukur tingkatan sampai sejauh mana pasien dapat melakukan gerakan fleksi, ekstensi, miring ke lateral, dan rotasi tulang belakang.
Pemeriksaan neurologis
Pemeriksaaan neurologis memeriksa gejala-gejala pasien termasuk nyeri, kebas, paresthesias, sensasi dan motoris, spasme otot, kelemahan, dan gangguan perut dan kandung kemih. Perhatian khusus terutama pada ekstremitas. Pemeriksaan CT Scan atau MRI mungkin diperlukan jika terdpat bukti disfungsi neurologis.
Pencitraan
Radiografi (x-rays) dapat memperlihatkan berkurangnya tebal diskus vertebral is dan adanya osteofit, namun tidak sejelas CT Scan atau MRI.
CT Scan dapat digunakan untukmengungkap adanya perubahan tulang yang berhubungan dengan spondylosis. Pada MRI mampu memperlihatkan kelainan diskus, ligamen, dan nervus.

PENATALAKSANAAN
Pengobatan konservatif berhasil dalam 75% dari seluruh waktu. Beberapa pasien mungkin menyangka karena kondisi mereka diberi nama degeneratif mereka akan berakhir di kursi roda suatu waktu nanti. Ini sebetulnya jarang terjadi. Banyak kasus dimanan nyeri dan gejala lainnya dapat diobati dengan berhasil tanpa memerlukan pembedahan.
Selama fase akut, obat anti inflamasi, analgesik, dan pelemah otot dapat diberikan untuk jangka waktu yang pendek. Daerah yang terkena mungkin diimobilisasi. Penyangga servikal lunak dapat digunakan untuk membatasi pergerakan dan mengurangi nyeri. Orthotik lumbal mungkin mengurangi keluaran lumbal dengan menstabilisasi vertebrae lumbalis. Fisioterapi, terapi panas, perangsangan listrik, dan modalitas lainnya dapat digabungkan untuk merencanakan pengendalian spasme otot dan nyeri.
Pembedahan
Terkadang pembedahan diperlukan dalam pengobatan spondylosis atau spinal osteoarthritis. Hal ini biasanya dilakukan jika pengobatan konservatif telah gagal.
Jika terdapat defisit neuroilogis, prosedur pembedahan tertentu dapat dipertimbangkan. Namun demikian, sebelum merekomendasikan pembedahan, perlu diperhatikan usia pasien, gaya hidup, pekerjaan, dan jumlah keterlibatan vertebrae.

PEMULIHAN
Anjuran bagi pasien :
• Minum obat sesuai resep. Laporkan segera jika terjadi efek samping.
• Lakukan program latihan dirumah yang biasanya diberikan oleh ahli fisioterapi.
• Hindari mengangkat benda yang berat dan segala aktivitas yang memperberat nyeri atau gejala lainnya.
• Usahakan berat badan mendekati ideal.
• Berhenti merokok.



DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.emedicine.com/neuro/topic564.htm
2. http://www.emedicine.com/med/topic2901.htm
3. http://www.healiohealth.com/
4. http://www.aans.org/education/journal/neurosurgical/june04/16-6-nsf-toc.asp

2 komentar:

Astrid mengatakan...

Suamiku mengalami Spondylosis di leher, C3 dan C4, mengakibatkan syaraf kejepit. Sudah ke spesialis syaraf, di fisioterapi, belum banyak ada hasilnya. Nyeri leher masih terus dialami. Dokter syaraf mengatakan, "Wah, Kalau Prof. Padmo lihat ini (hasil MRI), pasti dikerjain." Maksudnya pasti dibedah. Sebaiknya dibedah atau tidak ya..? Ngeri sih..

ilmi mengatakan...

makasih infonya...
wah..jdi dokter baru neh...klo ku masih lma bet,masih 5 thn lgi X hehe..
slam knal
-ilmi-